Masih ingat lagi ceita kitab cinta??? Huhuhu...suatau ketika dahulu aku pernah menge"post" puisi Wali untuk Mustika di blog ku yang tak seberapa ini. Aku suka sekali sama cerita ini. Sebenarnya dah lama pun cerita ni..ku pun sebenarnya da lupe tajuk die. Tapi arini tetibe teringat kembali ..hihi...apa lagi..layan sebentar la cerita ni..ku x pernah tgk kesudahan cerita ni..so arini secara kebetulannya ku ada mood..mari kita tonton telemovie Kitab Cinta...sambungan dari drama...yang telemovie ni kire penamat cerita drama tu..huhu.....klu nk tgk telemovie tu pandai2 cari kat youtube k..huhu...
sebelum tu...kite post balik puisi tersebut ok...
Ini adalah senaskhah kesedihan yg aku kirimkan melalui jiwaku yang dipenuhi duka cita
kepada sebuah jiwa yang lain. Sesungguhnya engkau telah berhasil menghancurkan
belengguku dan meraih kemerdekaan.
Sudah bertahun aku mengikat tali cintaku tanpa makna.
Sudah bertahun malamku berlalu dgn menunggumu,
Maha pencipta di dalam psembunyianku yg ditemani oleh keangkuhan dunia.
Engkau juga adlh penyembuh bagi semua yg salah pd diriku..
namun saat ini..kau juga adlh penyakitku..
kau seperti mahkota yang dibuat untukku...
tetapi menghiasi insan lain.
kau adlh syurga..ku yakini itu namun aku tidak menemukan
kunci untuk mbuka pintu gerbangnya. kau ibarat seperti pencuri yg sedang bergembira
atas apa yg dicurinya. kau mencuri segala jiwa dan cinta yg ada.
jalan cinta sejati hanya dpt ditempuhi oleh mereka yg siap untuk melupakan diri mereka.
demi cinta kesetiaan harus dibayar dgn darah dari jantung kita,
dari ketenangan jiwa kita. jika tidak cinta kita tak bererti apa2,
maka biarlah cinta kita menjadi pelindung rahsia2 kita.
biarkan kesengsaraan yg di bawa membelah jiwa.
Marilah kita berjalan menuju kepadaNYA.....
mengadap dan bersujud....
Memalingkan jiwa kepadaNYA...
memberikan segala jiwa kepadaNYA...
dengan membawa cinta sejati..
yg tidak akan mati kerana cinta buatNYA akan kekal ABADI......
