Friday, April 23, 2010

harapanku

Bisik jiwa tlah terputus dalam satu hembusan nafas
Janji suci telah kau ingkari untuk bersamanya
Dalam tawa dan duka
Yakinlah selalu … sahabat
Bawa segala luka yang mengrobek hatimu
Adalah pisau yang mengalir di setiap titis darahku
Kesedihan yang nampak di raut wajahmu
Adalah kepedihan terdalamku
Ketidakramahan dirimu adalah pengerobek hatiku

Taukah kau sahabat?
Bahawa secerca tawa yang dulu selalu menghiasi wajahmu
Kini telah pudar dan bukan lagi
Kebanggaan dalam tali hati antara kau dan aku
Kini kau telah melepas jemari itu
Padahal aku rapuh tanpa tangan itu
Aku ingin kau selalu menjaga dan melindungiku
Sahabat …
Sebuah tamparan yang selalu kudapat bila kusalah
Sebuah bimbingan yang selalu merangkulku bila kulemah
Kini tak akan pernah kudapati lagi
Kemana aku harus mencari itu semua?
Kau pergi tanpa mengucap sepatah kata pun
Kau telah memutus persahabatan itu

Persahabatan yang suci
Kini telah kau nodai dengan,kebohongan, dan kebosanan
Semuanya penuh kepura-puraan
Kau jadikan persahabatan
Sebagai tempat berlabuh
Untuk mencari pengalaman kehidupan

Kenapa kau lakukan ini?
Ku diam dalam kebungkahan yang penuh kesakitan
Sedangkan dirimu tertawa penuh keriangan
Lalu kini ku bertanya:-
Apa menurutmu seorang sahabat?
Erti sahabat yang tulus seperti apa?
Kau hanya diam tak bisa menjawab

SAHABAT …
Maafkan diri ini bila diri ini bersalah
Meski kau telah pergi
Bagiku kau selalu ada dalam hatiku
Kerana kau adalah sahabatku
Dari dulu dan sampai bila-bila pun

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...